Travel Hacking 101 – Apa Sih Travel Hacking Itu?
Hacker holding laptop with creative airplane interface on blurry interior background. Hacking and booking concept. Double exposure

Travel Hacking 101 – Apa Sih Travel Hacking Itu?

Travel Hacking? Apa Sih Itu? Travel hacking adalah salah satu cara untuk bisa traveling dengan cara hemat. Terkadang, travel hacking juga bisa jadi salah satu sumber tambahan income (klo tau caranya). Dengan menggunakan program loyalitas perjalanan, saya secara signifikan mengurangi biaya perjalanan saya karena saya bepergian dengan harga tiket hemat 60 – 80 persen. Bahkan terkadang terbang gratis.

Dengan travel hacking, saya mereduksi biaya pesawat untuk trip sendiri maupun trip gabungan yang saya buat. Itulah kenapa klo kamu ikut trip gabungan bareng Ngetriv.Com harganya bisa hemat dibanding TO lain. Dengan travel hacking, kami bisa sering nginep di hotel / apartemen, bukannya ngeluarin duit, malah berpotensi dapet duit.

Asik kan?

Pengen tau lebih dalam tentang travel hacking? Tenang kawan, khusus susbcriber RanselTravel.com akan saya kupas tuntas. Tapi karena panjang, akan kita bagi beberapa email ya. Jujur sih, sebetulnya saya sendiri telat banget tau tentang travel hacking ini.

Sebelum kita terjun lebih jauh tentang travel hacking, saya ingin mendefinisikan apa itu travel hacking:

“Travel Hacking adalah teknik mengumpulkan poin loyalitas secara legal untuk program perjalanan dan kemudian “memainkan” program untuk mendapatkan tiket gratis atau diskon perjalanan.”

Ketika seseorang mengatakan bahwa mereka adalah travel hacker, yang sebenarnya mereka maksudkan adalah bahwa mereka terobsesi dan fanatik dalam mengumpulkan poin reward sebanyak mungkin agar bisa terbang gratis atau terbang semurah mungkin.

Sesederhana itu guys.

Travel hacking menjadi populer dalam 5-10 tahun terakhir karena semakin banyaknya cara cara untuk mendapatkan poin untuk program loyalitas perjalanan: melalui pendaftaran kartu kredit, maskapa portal belanja, program makan, survei online, kontes, dan berbagai celah lainnya.

Singkatnya, travel hacking telah menjadi mainstream karena semakin mudah dilakukan.

Jadi itulah yang dimaksud dengan travel hacking: menggunakan sistem yang diciptakan oleh brand -brand ini untuk memastikan Anda melakukan perjalanan dengan baik dan sedekat mungkin dengan bebas.

Cara Keja Program Loyalitas

loyalty program dirancang untuk memberikan penghargaan kepada konsumen atas kesetiaan mereka dengan menawarkan kepada mereka staus elit, diskon khusus, upgrade cuma2, poin atau miles, dan (terkadang) tambahan poin atau miles dari pengeluaran dalam kategori tertentu (makanan, pakaian, dll.)

Gagasan di balik program-program ini adalah bahwa jika Kamu mendedikasikan waktu dan uang Kamu untuk mendapatkan status dan semua poin ini di satu perusahaan (maskapai /hotel), maka kemungkinan kamu pindah ke lain hati (maskapai /hotel) akan berkurang.

Loyality program membuat pelanggan kembali dan lagi, bahkan jika kita tidak menyukai perusahaan atau kebijakan baru yang dibuatnya. Program ini biasanya membuat kita terikat dan jatuh cinta pada satu perusahaan karena hadiah2 yang diberikannya.

Manusia suka dengan gagasan dihargai dan diberi hadiah.

Bahkan jaringan non-maskapai penerbangan dan non-hotel seperti situs pemesanan Expedia dan Hotels.com menawarkan Loyalty program untuk pemesanan melalui situs web mereka! Cukup booking dengan perusahaan-perusahaan ini dan mereka akan memberikan Kamu menginap gratis atau diskon untuk pemesanan Kamu berikutnya.

Psikologi program loyalitas itu sangat kuat!

Bagaimana Program Maskapai Bekerja?

Awal mula perusahaan yang memberlakukan sistem loyalty program adalah American Airlines tahun 1980an. Jadi dulu American Island memberikan 3000 poin miles setiap kali kita terbang 3000 miles.

Sekarang ini kita ketahui ada 2 tipe umum loyalty program

  • EQM — Elite Qualifying Miles
  • Redeemable miles

EQM dikenal juga dengan nama “butt-in-seat” miles. Selain mendapatkan miles kita juga akan dapet “status elit keanggotaan” dari maskapai. Ribetnya, di untuk mendapatkan EQM kita wajib bin harus terbang dengan maskapai tersebut.

Nah ada lagi yang namanya redeemable miles, jenis yang bisa Anda gunakan untuk memesan penerbangan secara gratis. Perbedaan antara EQM dan redeemable miles (RM) adalah untuk mendapatkan RM kita “gak harus” terbang. Kita bisa dapetin dengan cara2 yang lain.

Dalam beberapa tahun terakhir aturan mengenai loyalty program ini berubah drastis di masing2 maskapai. Gak semudah dan sesimpel dulu baik cara mencari dan redeemnya. Tapi masih sangat bisa diandalkan untuk cut expense dan hemat banyak untuk traveling kita.

Bongkar Struktrur Loyalty Program Maskapai

Kuy kita langsung bedah dengan contoh maskapai. Kali ini kita akan bahas programnya AirAsia.

Catatan: Untuk info ini saya sama sekali gak dibayar sama AirAsia. Kenapa yg dibahas AirAsia? Jaringannya luas, program loyaltynya kuat, relatif gampang dapet poinnya. Dan yang penting mudah untuk pemula!

Udah sering kan liat orang jual tiket AA dengan harga miring bahkan lebih murah dari website? Ya pake poin itu. Okeh udah deh, kita langsung aja…

Sila lihat table dibawah ini:

Seperti kawan2 lihat diatas, AirAsia sendiri dia bikin program loyalty gabungan EQM dan Redeemable miles.

Terlihat status2 yang diberikan adalah: Red, Gold, Platinum, dan Black.Status ini dikejar berdasarkan banyaknya frekuensi kita terbang dengan airasia. Itulah kenapa ngejar status di EQM dikenal juga dengan nama “butt-in-seat” miles. Kita harus terbang dengan maskapainya.

Semakin tinggi status kita, semakin tinggi juga poin yang dihasilkan untuk setiap uang yang dihabiskan untuk beli tiket pesawat.

Terlihat dari gambar table diatas, untuk setiap 10 ringgit yang dihabiskan, seorang dengan status Red akan mendapat maksimal 20 poin, sementara seorang dengan status black bisa mendapat maksimal 120 poin.

Poin2 inilah yang disebut redeemable miles yang bisa dipake untuk beli tiket pesawat, hotel, bahkan bisa dipake belanja di merchant2 yang bekerjasama. Sampai sini paham ya?

Haruskah kita peduli dengan program loyalty maskapai?

Seperti yang kamu lihat, menghasilkan poin dan status di maskapai tidak sesederhana itu. Makin kesini maskapai bikin aturan makin jlimet. Termasuk AirAsia diatas.

2 tahun lalu, gak ada itu namanya status, semua sama semua rata, dapet poin gampang. So, haruskah kita loyal ke satu maskapai? Apakah terbang terus2an ngejar status dan poin itu worth?

Apakah ada cara lain selain terbang dengan maskapai untuk mendapatkan poin2 tersebut? Akan kita lanjut di seri selanjutnya. Itu juga klo kawan2 masih penasaran. Gimana? Lanjut gak nih?

Sebelum meninggalkan halaman ini silahkan scroll kebawah & tinggalkan komentar. Silahkan bertanya, kasih saran, atau gimana pendapatmu tentang travel hacking ini?

This Post Has 14 Comments

  1. Mau dong belajar ttg travel hacking.

    1. Siap.. sama2 belajar ya 🙂

  2. Saya TL dri Sukabumi Jabar, mantap ulasannya, semoga nnti kita bs kerjasama ☺

  3. wah menarik, karena kerjaan sebulan bisa 2-3x terbang pakai maskapai plat merah tp ga pernah paham soal miles

    1. Wah, mantap nih klo miles nya dikumpulin 😀

  4. Kpn sy bisa jln2 keluar negeri yaa.. tertarik sekali

  5. Pengen tahu banyak….

  6. Assalamu’alaikum mas fajar.
    ajarin cara ngumpulin miles tapi yang jarang banget bepergian naik pesawat ya.
    😀

    1. Insya Allah… stay tune ya

  7. Pengen tahu banyak tentang travel hacking ini…

  8. Pengen bgt tau ttg Travel hacking, kebetulan sering bgt pergi2 naik pesawat

Leave a Reply

Close Menu