Tempat Wisata di Kuala Lumpur Terbaik

Banyak yang menyarankan klo ke Kuala Lumpur  agar saya menginap di Bukit Bintang. Namun nyatanya pagi itu saya terbangun di sebuah dorm di area chinatown. Chinatown ini saya pikir lebih strategis untuk mengunjungi tempat – tempat wisata di Kuala Lumpur.

Ya, setiap  ke Kuala Lumpur, hanya ada 2 area yang saya pilih untuk dijadikan tempat menginap. Klo tidak di area Chinatown, pastinya di area dekat masjid jamek.

Pertimbangannya sederhana saja. Tentunya akses ke tempat – tempat wisata favorit saya lebih dekat dari sini. Ke masjid jamek, pasar seni, merdeka square, semua tinggal jalan.

Selain itu dekat dengan terminal bus gratis Go KL. Yes, bisa keliling traveling di Kuala Lumpur gratis dengan bus Go KL.

Menara Kembar petronas yang merupakan tempat wisata di Kuala Lumpur paing terkenal

Mengunjungi Tempat Wisata di Kuala Lumpur Dalam Sehari

Batu Caves – Gua & Kuil Suci Umat Hindu Kuala Lumpur

Hari pertama di Kuala Lumpur saya memilih untuk mengunjungi Batu Caves. Salah satu must visit place yang ada di Kuala Lumpur.

Perjalanan menuju Batu Caves saya tempuh dalam waktu lebih kurang 40 menit dari KL Sentral dengan menggunakan Komuter. Setelah membeli tiket return seharga 5,2 RM saya pun bergegas menuju tempat menunggu train.

Batu Caves ini terletak di stasiun terakhir, so tidak perlu takut untuk salah turun atau terlewat stasiun.

Ada kenangan tersendiri di Batu Caves ini. Dulu pertama kali ke Batu Caves, saya tidak pernah mengira bahwa hari itu adalah hari raya Thaipussam. Salah satu perayaan besar bagi umat Hindu di Malaysia. Umat hindu kuala lumpur tumpah ruah di Batu Caves.

Semalam sebelum perayaan di buka, seluruh umat hindu Malaysia akan berjalan kaki sejauh lebih dari 14 Km. Dimulai dari Kuil Sri Maha Mariamman di Jl Tun HS Lee dan berakhir di Batu Caves.

Perlu diingat, pada dasarnya Batu Caves ini merupakan tempat ibadah. So, pastikan saat kemari kita menggunakan pakaian dan juga berperilaku yang sopan.

Batu Caves merupakan tempat suci umat hindu malaysia yang juga sering dikunjungi wisatawan yang datang ke Kuala Lumpur

Seperti namanya, Batu Caves merupakan sebuah gua. Namanya diambil dari Sungai Batu yang mengalir melewati bukit. Ini merupakan salah satu tempat pemujaan umat Hindu paling terkenal di luar India dan di dedikasikan untuk Lord Murugan.

Kita bebas masuk ke area ini tanpa dipungut biaya. Dan kitapun diperbolehkan untuk menaiki tangga dan masuk ke mulut gua  yang sudah berusia lebih dari 400 juta tahun ini.

Di depan gua, berdiri tegap patung Lord Murugan tertinggi di dunia. Patung setinggi 42,7 m ini dibuat dengan 1550 m2 beton, 250 ton baja, dan 300 liter cat emas.

Di batu caves, kita bisa dengan mudah menemukan monyet – monyet berkeliaran. Ya, monyet – monyet disini dibiarkan bebas hidup dan berkeliaran di area gua.

Hati – hati jika membawa bungkusan makanan atau tentengan jika tidak ingin diambil oleh monyet – monyet disini. Bagaimanapun, ini adalah monyet liar. Jangan mengganggu klo tidak ingin diganggu.

Masjid Jamek – Masjid Tertua di Kuala Lumpur

Hari mulai siang dan matahari mulai menyengat. Waktunya kembali ke kota.  Tujuan saya selanjutnya adalah masjid jamek. Dibangun pada tahun 1909, ini adalah salah satu masjid tertua di Kuala Lumpur.

Saya kembali dengan kereta yang sama menuju KL Sentral. Karena sebelumnya membeli tiket return, so saya tidak usah beli tiket lagi. Cukup tunjukan potongan tiket tadi ke petugas saat akan memasuki kereta.

Kereta melaju kencang melewati stasiun demi stasiun sampai KL Sentral. Terminal pusat dari seluruh moda transportasi di Kuala Lumpur. Jangan tanya saya seperti apa KL Sentral klo di Indonesia. Saya cuma bisa meringis dan bertanya – tanya, kapan kira – kira kita punya terminal sekelas KL Sentral.

Kecuali bus antarnegara atau antarkota, seluruh moda transportasi terintegrasi dan berpusat disini. LRT, Komuter, KLIA Express, Taxi, kereta antar kota maupun negara terhubung di bangunan yang menyatu dengan mall Nu Sentral ini.

Tempat ini biasa saya jadikan patokan awal untuk menjelajahi tempat – tempat di Malaysia wisata di Malaysia.

Melanjutkan perjalanan ke masjid jamek, saya berpindah dari Komuter ke LRT. Dengan 1,6 RM, saya membeli tiket untuk tujuan masjid jamek station. Hanya terpisah oleh Stasiun pasar seni, tentunya tidak lama untuk LRT bisa sampai di Masjid Jamek Station.

Berjalan keluar stasion, dan sayapun tepat berada di masjid jamek. Di masjid bergaya arsitektur Moorish yang dirancang oleh arsitek yang juga merancang Bangunan Sultan Abdul Samad ini saya ikut melaksanakan solat.

Mesjid Jamek merupakan mesjid tertua di Kuala Lumpur. Wisatawan baik muslim maupum nonmuslim boleh mengunjungi mesjid yang menjadi salah satu landmark di Kuala Lumpur ini

Bukan cuma muslim, umat non muslim pun boleh memasuki area masjid ini asalkan bukan pada waktu jam solat / ibadah.

Dataran Merdeka – Sejarah Kemerdekaan Malaysia

Tujuan saya hari ini setelah masjid jamek adalah merdeka square area dimana disana juga terdapat beberapa icon atau   landmark Kuala Lumpur seperti Kuala Lumpur City Galery dan juga Sultan Abdul Samad Building.

Jarak dari masjid jamek ke Merdeka Square tidak terlalu jauh dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 7 – 10 menit saja.

Sejalan dengan arah saya menuju merdeka square, setelah keluar dari masjid jamek ada mobil penjual gorengan khas Malaysia. Terlebih dulu saya nyimpang untuk jajan.

Jajanan yang dijual adalah semacam nugget dan berbagai macam olahan daging dan ayam (sosis) yang digoreng dan ditusuk seperti sate. Disiram dengan saus khusus, jajanan ini terasa lebih nikmat.

Saya membeli 1 tusuk nugget, 1 tusuk sosis, dan 1 tusuk gorengan udang. 1 tusuk nya dihargai 2 – 3 RM. Cukup untuk mengganjal perut dan memuaskan lidah.

Untuk menuju merdeka square, jika kamu keluar dari LRT masjid jamek, balik ke kanan menyusuri samping bangunan HSBC dan ikuti jalan sepanjang klang river ke  medan pasar lama (semacam  Alun – alun). Klo kamu sudah melihat menara jam bergaya Victorian, berarti kamu sudah berada di jalan yang tepat.

Jalan terus melewati jam tersebut, maka di depan kamu akan melihat Pacific Express Hotel Centrall Market, belok kanan ke arah Leboh Pasar Besar, maka kita sudah berada di lurusan jalan ke Merdeka Square.

Klo kamu merupakan salah satu penggemar film – film  Jacky Chan, pastinya kamu juga akan familiar dengan perempatan jalan ini karena pernah dijadikan tempat shooting salah satu film nya yaitu Police Story 3 bersama artis terkenal Malaysia Michele Yeoh.

Salah satu tempat yang saya rekomendasikan untuk didatangi saat awal – awal datang ke Kuala Lumpur adalah Kuala Lumpur City Galery. Di dalamnya kita bisa mendapatkan semua informasi tentang pariwisata dan kota Kuala Lumpur. Di dalamnya juga kita bisa mendapatkan map KL gratis.

Kuala Lumpur City Galery merupakan tempat wisata menarik di Kuala Lumpur yang lokasinya berada di area dataran merdeka

Entrance fee ke KL City Galery adalah 5 RM yang nantinya akan ditukar dengan voucher yang bisa dibelanjakan souvenir di KL City Galery sendiri. Ada beberapa bagian ruangan di KL City gallery sendiri. Setelah kita melewati bagian depan yakni tempat pembelian tiket, kita akan masuk ke ruangan eksebisi yang menampilkan sejarah Kuala Lumpur dari masa lampau.

Beranjak ke ruangan sebelahnya biasanya digunakan untuk event khusus yang sedang terjadi di kota. Terakhir saya kesana ruangan ini digunakan untuk menampilkan serba serbi tahun baru china (chineese / lunar new year).

Atraksi selanjutnya yang ada di dalam adalah visualisasi visi Kuala Lumpur di masa datang. Kita akan diajak masuk ke sebuah ruangan berisi miniatur lengkap kota kuala lumpur. Dipadukan dengan audio dan visual dari proyektor menjadikan pertunjukan ini sayang sekali untuk dilewatkan. Dari ruang pertunjukan, kita akan bisa melihat miniatur area sekitar merdeka square. Kita bisa melihat miniature area Chinatown, masjid jamek, pasar seni, sultan abdul samad building, dan bangunan – bangunan lain di area tersebut.

Bagian terakhir dari ruangan Kuala Lumpur City Galeri adalah tempat dimana kita bisa melihat pembuatan souvenir – souvenir khas Kuala Lumpur. Kita bisa melihat pengrajin – pengrajin yang sedang membuat kerajinan – kerajinan unik yang “KL Banget”.

Disini kita juga bisa menukarkan voucher yang didapatkan tadi dengan souvenir yang kita inginkan.

Di merdeka square sendiri dimana ini merupakan tempat pertama kalinya bendera Malaysia dikibarkan pada 31 Agustus 1957, selain KL City Gallery, banyak sekali bangunan – bangunan yang memiliki nilai sejarah.

Sebut saja Sultan Abdul Samad Building yang termasuk salah satu landmark paling terkenal  yang dibangun oleh Inggris. Sekarang bangunan ini digunakan sebagai Kementrian Informasi, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia.

Di sebelah KL City Gallery juga ada Muzeum Muzik yang bisa kita kunjungi secara gratis. Seperti namanya, museum ini berisi informasi tentang perkembangan musik di Malaysia.

Jika di sore hari sedang lenggang dan punya banyak waktu, tidak ada salahnya mengikuti kebiasaan warga lokal nongkrong – nongkrong atau mencoba bersantai di tengah lapangan hijau merdeka square.

Sekedar bersantai sambil mengobrol dan menanti hari semakin sore sambil memperhatikan bangunan – bangunan yang berdiri menjulang di sekeliling Lapangan bersejarah ini.

Menara Kembar Petronas – Kebanggaan Malaysia

Sore sudah menjelang ketika saya duduk di kursi  belakang Bus Go KL. Bus yang akan membawa saya menuju tempat terakhir yang akan saya kunjungi hari ini, KLCC.

Go KL adalah Bus Umum dengan rute loop, berkeliling di  Central Business District Kuala Lumpur. Beroperasi dari pukul 6 pagi sampai dengan 11 malam di weekdays dan jam 7 pagi sampai 11 malam di weekend atau hari libur, bus ini dijadwalkan akan melintas di haltenya setiap 5 menit sekali. Kabar baiknya, bus ini bisa dinaiki secara gratis! Asik bukan?!

Selain distrik bisnis, bus ini juga melewati beberapa tempat wisata diseputaran Kuala Lumpur. Bisa dibilang, kita bisa keliling KL dengan gratis asal tahu dimana harus turun dan kemana harus berjalan untuk mencapai destinasi yang dituju.

Bus Go KL line ungu yang saya tumpangi sore ini meluncur membelah jalanan KL yang mulai ramai karena memasuki jam orang pulang kantor. Beberapa halte terlalui dan tibalah saya di halte pavilion tempat dimana saya akan transit dan berpindah bus ke line Hijau.

Dari halte pavilion, selain dengan berpindah ke line hijau kembali menaiki Go KL, sebetulnya kita juga bisa mengakses KLCC dengan berjalan kaki menyusuri skywalk yang menghubungkan area bukit bintang dan KLCC.

Namun untuk first timer, akses termudah adalah tentunya dengan menaiki kembali bus Go KL (line hijau) untuk menghindari salah jalan. Bus berhenti tepat di depan KLCC. Saya turun dari bus dan berjalan memasuki mall.

Ada beberapa kegiatan yang ingin saya lakukan di KLCC sore sampai malam hari ini. Sengaja saya datang kesini sore hari agar bisa mendapatkan 2 suasana foto di depan petronas twin tower sekaligus yaitu saat langit masih terang dan di saat langit sudah gelap dan lampu – lampu mulai dinyalakan.

Selain itu, apalagi klo ini pertama kalinya kita ke Kuala Lumpur, tentunya juga tak ingin melewatkan city of light show, sebuah pertunjukan gabungan antara tarian air mancur dan permainan cahaya yang diiringi alunan musik. Keren! Dan yang gratis tentunya. Namun sebelum saya melakukan semua rencana tersebut, waktunya mengisi perut yang sedari tadi sudah keroncongan.

Ada beberapa alternative tempat makan di KLCC. Klo kita sedang ingin makan makanan yang dominan “kering” dan cenderung western, kita bisa makan di Signatures Food Court yang ada di Level 2 Suria KLCC.

Favorit saya disini adalah chicken tandoori yang ada di salah satu stand di Signature Foodcourt. Ayam yang diolah dengan bumbu dan cara masak khas india ini punya cita rasa tersendiri. Kita  bisa makan chicken tandoori ini dengan nasi briyani atau dengan roti naan.

JIka kamu ingin makan – makanan yang berkuah dan segar, di Suria KLCC naiklah ke lantai 4 dimana disini terdapat Rasa Food Arena. Salah satu food court paling terkenal di kota.

Favorit saya di Rasa food Arena adalah Chicken Tom Yum yang segar. Dan untuk sore ini, satu cup besar Ice Coffee dan semangkok besar chicken tom yum lah yang akan membuat perut saya berhenti “bernyanyi”.

***

Waktu sudah menunjukan pukul 19.50 dan saya sudah duduk manis tepat di KLCC park menanti City of light show yang akan mulai tepat pukul 20.00.

Sudah sejak sore tadi saya berada di KLCC Park. Turun dari food court di lantai 4 mall. Saya langsung menuju taman. Apalagi klo bukan untuk mengabadikan foto di depan Petronas Twin Tower.

Gak sah sepertinya klo ke Malaysia atau KL gak berfoto didepan landmark yang pastinya sudah tak asing di mata dunia. Menara kembar pencakar langit tertinggi di dunia ini telah menarik jutaan wisatawan tiap tahunnya.

20.00 waktu setempat dan City of Light Show dimulai, air mancur menyembur tinggi, sesekali meliuk dan menari, mengikuti irama lagu. Beberapa merupakan lagu yang pernah saya dengar, beberapa lagi adalah lagu indah yang entah saya baru pertama kali mendengarnya. Tembakan cahaya warna – warni pun menari bersama air beriringan. Menutup indahnya suasana KL malam ini.

Inspire the World:

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin
The following two tabs change content below.

Fajar Permana

Newbie Backpacker & Professional Jobless.

Latest posts by Fajar Permana (see all)

GRATIS! Panduan Budget TravelingASEAN

Dapatkan update panduan traveling ke ASEAN langsung di email kamu... PLUS 2 ebook busget traveling GRATIS...

Dapatkan Ebook Gratis

You have Successfully Subscribed!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GRATIS! Panduan Budget TravelingASEAN

Dapatkan ebook panduan traveling ke ASEAN langsung di email kamu... PLUS 2 Ebook Budget Traveling Gratos...

Dapatkan Ebook Gratis

You have Successfully Subscribed!