Pengakuan: Saya Takut Terbang!

penumpang pesawat yang takut terbang

Guys, kali ini saya ingin membuat pengakuan: Saya takut terbang! Begini biasanya klo saya sedang melakukan trip dengan pesawat:

Sebelum terbang: “Gak sabar nih naik pesawat, seru kayak nya liat pemandangan dari atas”

Pas lagi take off: “Eh ko pesawat nya begeter gini nih? ini naik nya gak mulus, yakin nih gpp? Gimana nih bro? Bismilahirrohmanirrahiim.. Lindungi perjalanan saya ya Allah..”

Selama penerbangan sambil baca – baca majalah: “Gila bro, akhirnya gw naik pesawat juga nih. Kereeen. Liat – liat bro, indah banget pemandangan awan nya”

Saat ada turbulensi: “Suara apaan tuh? Apa emang suara mesin nya kayak gitu? Ko naik turun gini sih? Broo.. ni pesawat kenapa broo?? Astaghfirullah.. astaghfirullah.. Ko kayak mau jatoh bro? Aaaawwwhh…!!!

Pas Landing: “Kalem jar.. aman nih… sampe nih… sabar bentar lagi jar.. tenaaangg… tenaaang,,”

Setelah penerbangan: “Ternyata naik pesawat asik ya.. yuk naik lagi!”

Naik pesawat selalu membuat saya gelisah. Selalu nya saya tegang di setiap penerbangan saya. Salah satu alasan saya takut naik pesawat karena memang saya takut ketinggian. Jangan kan tempat yang tinggi – tinggi, di mall aja klo lagi di lantai atas berdiri di samping eskalator terus lihat ke bawah kaki ini langsung gemeteran.

Nervous di pesawatWalau secara statistik naik pesawat adalah adalah moda transportasi yang paling aman (statistic kecelakaan pesawat adalah 1:1,2 juta , jauh dengan kecelakaan lalu lintas yang 1:5000). Saya merasa aman ketika mengemudi sendiri karena saya merasa memegang control penuh atas kemudi.

Namun ketika kita berada diatas pesawat, kita menyerahkan hidup kita pada 2 orang pilot yang kita tidak pernah bertemu sebelum nya untuk sampai pada tujuan terbang berjam – jam diatas ketinggian lebih dari 30000 kaki diatas permukaan laut.

Disanalah 30000 kaki diatas permukaan laut  menyerahkan hidup ke tangan 2 orang asing. “Gimana klo kita jatoh?” Anda punya waktu sekitar 20 – 30 detik untuk merasa takut sebelum akhirnya sadar dan pasrah “Ya Tuhan, inikah waktunya?” (Saya pernah merasakan guncangan sangat hebat ketika dalam perjalanan ke Filipina, dan asal tahu saja kawan, itu tidak menyenangkan!)

Namun untuk mewujudkan impian keliling dunia, saya harus berani dan melawan rasa takut itu. Karena terbang adalah transportasi paling efisien untuk berpindah tempat secara cepat – Saya ingin pergi ke berbagai tempat di belahan dunia.

Jadi, saya mempelajari 3 trik yang akan menghilangkan ketakutan saat terbang (setidak nya cukup mengurangi rasa cemas)

  • Pura – pura: Seperti yang selalu orang marketing katakan, fake it until You make it. Ketika saya sedang dalam penerbangan, saya selalu membayangkan menjadi seperti orang normal pada umumnya. Apa yang orang normal yang gak takut terbang lakukan ketika naik pesawat? Mereka akan duduk di kursi nya masing – masing, mengikuti arahan pramugari, baca majalah atau tidur, dan santai. Jadi saya pun mencoba mengikutinya, saya memperhatikan pramugari, ambil nafas dalam – dalam, mengalihkan perhatian dengan focus membaca majalah. Saya hilangkan ketakutan saya dan berpura – pura saya tidak takut. Saya mengalihkan perhatian saya dan focus pada hal yang lain. Trik nya berjalan semakin baik seiiring berjalan nya waktu, dan semakin banyak jam terbang, rasa cemas saya ketika terbang pun menghilang!
  • Sadari Fakta nya: Saya selalu memahami dan coba meyakinkan diri bahwa terbang dengan pesawat itu aman dan saya akan baik – baik saja. Saya selalu melakukan afirmasi dan meyakinkan diri bahwa “naik pesawat itu aman.. naik pesawat itu aman.. lebih aman dari perjalanan darat..” Gunakan pikiran rasional Anda, ketahui fakta bahwa naik pesawat itu lebih aman dari berkendara di jalanan.
  • Tidur: Ketika saya tidak bisa menghilangkan rasa takut saya, atau tidak bisa berpikir secara rasional, saya biasanya minum obat anti mabok. Gunanya apa? Biar tidur! Tidur sepanjang perjalanan. Hehe. Lebih baik lagi klo kita tidur nya gak usah minum obat dulu. Tapi klo terpaksa, obat anti mabok jadi solusi jitu juga.

Waktu berubah, seiring bertambah nya waktu dan jam terbang, Saya mulai terbiasa naik pesawat. Walaupun sampai sekarang saya masih takut ketinggian.

Sekarang, klo naik pesawat sudah bisa santai, masuk, baca majalah, pesen makanan, tidur. Namun begitu nervous dan kebiasaan bolak balik kamar kecil sebelum penerbangan masih saya Alami.

Share to the World:

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin
The following two tabs change content below.

Fajar Permana

Author of Newbie Backpacker Series, Certified Indonesian Tour Leader, Fouder of Ngetriv.Com.

Latest posts by Fajar Permana (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *