Must – See! a “MUD-nificent” show in Kuala Lumpur

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan menonton sebuah pertunjukan drama musikal terpanjang di Malaysia.

Drama musikal yang mendapatkan badge “a Must Watch” dari TripAdvisor.

Pemenang penghargaan cultural  extravaganza.

Daaan… banyak lagi penghargaan dan pengakuan yang sudah didapatkan drama musikal ini.

MUD KL

Jujur aja, sebetulnya saya gak terlalu suka drama musikal. Dalam benak saya drama musikal itu seperti yang selama ini tertanam di otak klo itu drama – drama nyanyi gak jelas. Dan ternyata setelah nonton ini saya menyesal.

Eittts.. Tapi bukan menyesal karena pertunjukan nya jelek. Malahan sebaliknya, pertunjukannya (in my opinion) kueereeen banget. Yang saya menyesal adalah, saya gak bawa kamera bagus pas nonton nya. Padahal gak seperti drama musikal pada umumnya, disini kita boleh ambil gambar dan video sebanyaknya.

Saya menyesal jadi gak bisa maksimal berbagi suasana kemeriahan, keceriaan, dan emosi yang hadir di dalam kepada teman – teman semua.

Tapii… hikmahnya saya jadi gak kasih terlalu banyak spoiler tentang pertunjukan ini. Nanti klo kamu berkesempatan nonton juga bisa nikmatin dan rasakan sendiri deh, apa yang ada di dalam MUD KL ini 😀

Oiya, karena memang pada dasarnya saya gak terlalu tertarik dengan pertunjukan musikal, maka sebelumnya di pertunjukan kali ini pun awalnya saya gak niat. Berawal dari Giveaway berhadiah yang diadakan oleh Omnduut, iseng – iseng  saya ikutan, dan eh ternyata menang pemirsah. Iseng – iseng berhadiah. Hehe. Thanks to Omnduut atas hadiah kerennya 🙂

MUD KL Sudah dapet banyak penghargaan

So, jadilah beberapa waktu yang lalu untuk kesekian kalinya saya melipir ke KL setelah sebelumnya anter beberapa kawan join trip di Singapore.

Pertama kali ke KL? Cek Panduan Traveling di Malaysia

Digelar di Tempat Bersejarah

Back to the MUD KL, pertunjukan ini mengambil tempat di Panggung Bandaraya. Salah satu icon bangunan bersejarah di Kuala Lumpur yang sudah berdiri sejak 1901.

Beberapa bulan ini jalanan di KL terutama area golden triangle sedang banyak di renov. So, jalanan (trotoar) dan beberapa bangunan terlihat agak berantakan. Mengurangi keindahan memang.Namun saya jadi penasaran klo sudah beres renov bakalan tambah kece aja sepertinya ini kota.

Oiya, MUD KL ini digelar sehari 2 kali yaitu jam 3 sore dan jam 8.30 malam waktu setempat. Kemarin saya nonton yang bagian malam karena siang – sore waktunya saya pakai jalan – jalan keliling.

Masuk ke dalam panggung bandaraya, kita disuguhi dengan arsitektur dan dekorasi yang “klasik” banget. Namanya juga bangunan bersejarah. Gaya – gaya nya pasti klasik lah.

Jam 8 malam saya sudah berada di Panggung Bandaraya. Kebetulan hari itu menginap gak jauh dari lokasi pertunjukan. Kemarin coba tempat menginap baru. Duh, kali ini tempat menginap saya di KL Zonk banget deh pokoknya. Nanti di lain kesempatan saya review tempat nginep zonk ini. Kacau dah pokoknya.

Balik lagi ke Panggung Bandaraya, walau waktu sudah jam 8 malam. Namun ternyata saya adalah pengunjung pertama yang datang. Waw, Nampak bersemangat sekali sepertinya saya. Hehe.

Tak lama mulai munculah berdatangan penonton – penonton lainnya. Mulai dari pasangan amerika dengan gaya yang perlente, turis chineesse, rombongan dari eropah, sampai 2 orang cowok yang saya “deteksi” sebagai homo (astaghfirullah, suudzon.. Maafkan aku ya Allah, da keliatannya gitu)

Tiket masuk harga normal untuk pertunjukan ini adalah RM 84.40.

Mahal??? Relatif….

Worth it??? Absolutelly YES!

Dengan banyaknya pemain, durasi yang panjang, dan kualitas pertunjukannya, harga segitu malah terhitung murah. Saya yang bukan penikmat fanatik drama saja tidak keberatan jika harus membayar segitu untuk pertunjukan keren ini.

Tiket MUD KL bisa dibeli on the spot atau dibeli secara online via www.mudKL.com

MUD: Kisah Kuala Lumpur

Semuanya dimulai pada tahun 1857 sampai dengan 1880, zaman dimana biji timah menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Menjanjikan perubahan dan kekayaan, biji timah telah membuka lembaran baru dari suatu bangsa. Mengundang pedagang & pencari kehidupan dari berbagai penjuru ke pertemuan dua sungai, Sungai Lumpur (sekarang sunga Gombak) dan Sungai Kelang.

Ini adalah Kisah Mamat, Meng, dan Muthiah, 3 sahabat yang berhijrah mencari hidup baru. Setiap pribadi memiliki ceritanya tersendiri yang unik dan berwarna.

Bersama melalui pahit getir dalam membina sebuah kota baru, Kuala Lumpur!

MUD KL merupakan drama 4 babak. diangkat dari sejarah rakyat nya sendiri, menggambil setting waktu awal dimana rakyat dari berbagai daerah mulai mencari penghidupan di kota yang kita kenal sebagai Kuala Lumpur sekarang.

Di setiap babaknya kita akan dibawa melakukan perjalanan waktu kembali kemasa lalu. Menyaksikan masa awal pertemuan 3 ras yang kini ada di Malaysia, tentang persahabatan, kebersamaan , dan perjuangan.

Kita pun akan diajak merasakan kegetiran yang dialami saat terjadi bencana besar di masa awal Kuala lumpur. Kebakaran dahsyat membumi hanguskan KL, Banjir Besar yang menenggelamkan dan memporak – porandakan rumah, dan tentunya Banjir Lumpur!

Tak melulu soal kegetiran yang memilukan, tentunya dalam pertunjukan ini juga kita disuguhkan kebahagiaan dan keceriaan. Berhentilah berduram durja, tentunya perjuangan akan menumbuhkan benih kemakmuran, sampai tercapai kebahagiaan.

Di pertunjukan ini, beberapa tokoh memang memiliki watak serius. Namun tak sedikit tokoh dan scene yang bisa bikin kita ngakak tertawa – tawa.

Di beberapa adegan juga penonton diajak berinteraksi dan bermain diatas panggung. So, penonton juga bisa ikut ambil bagian di pementasan ini.

MUD KL in My Opinion

“It’s a must – see of KL’s history”

Klo kamu seorang penyuka sejarah, senang dengan yang klasik, senang “menggali” sesuatu sampai ke “akarnya”. Senang mengetahui masa lalu suatu tempat saat mengunjunginya, senang mengetahui “asal muasal” suatu tempat atau kejadian di belakang nya.

So, hari pertama sebelum keliling KL, pergilah ke Panggung Bandaraya, beli tiket MUD KL dan “kembalilah ke masa lalu” bersama  Mamat, Meng, dan Muthiah juga tokoh lainnya sebelum esoknya kamu keliling menjelajah KL di masa kini.

Kamu akan tahu kenapa daerah Little India sekarang dinamai Brieckfield…

Kamu akan tahu kenapa kota ini dinamai Kuala Lumpur..

Bahkan kamu akan tahu asal muasal teh tarik, minuman paling asik di KL. Hehehe..

So, schedule your first first night in Kuala Lumpur to watch this “MUD-nificent” show!

Terbaaiikkk!

Inspire the World:

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin
The following two tabs change content below.

Fajar Permana

Newbie Backpacker & Professional Jobless.

Latest posts by Fajar Permana (see all)

GRATIS! Panduan Budget TravelingASEAN

Dapatkan update panduan traveling ke ASEAN langsung di email kamu... PLUS 2 ebook busget traveling GRATIS...

Dapatkan Ebook Gratis

You have Successfully Subscribed!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GRATIS! Panduan Budget TravelingASEAN

Dapatkan ebook panduan traveling ke ASEAN langsung di email kamu... PLUS 2 Ebook Budget Traveling Gratos...

Dapatkan Ebook Gratis

You have Successfully Subscribed!