Diinterogasi Imigrasi Singapore

“Serem ga sih imigrasi singapore?”, ”emang susah ya masuk singapore?”, ”gimana kalo kita di tolak masuk singapore?”, ”takut disangka TKI padahal kan kita mau liburan ya!”  kalo ini yang ada dibenak kamu saat masuk singapore, it’s almost true!

Saya juga merasakan hal yang sama. Dulu ingat saat pertama kali saya sudah memegang tiket dan berencana pertama kali masuk singapore saya pun merasakan sensasi deg-degan ala mau di lamar gituhh (hehe). Yang saya baca di blog orang yang pernah di tolak masuk Singapore atau diinterogasi oleh pihak imigrasi singapore yang “KONON” menyeramkan.

Kenyataannya awal 2013 saya masuk lancar – lancar aja, dengan senyum dan menjawab “holiday” dan mengisi kartu kedatangan sejujur-jujurnya. Saya pun melenggang dengan lancar. Begitupun dengan perjalanan berikutnya yang bisa dibilang berulang-ulang saya ke Singapoe baik via Changi airport atau melalui perbatasan Johor Bahru saya pun melewati imigrasi tanpa kesulitan.

Tapi akhirnyaa… jeng jeng… Pengalaman itu terjadi juga di bulan maret 2016 saat trip dalam rangka riset pembuatan Digital Guide Newbie Backpacker Singapore – Kuala Lumpur – Bangkok. Jadi ceritanya kita masuk Singapore via Johor Bahru berhubung tiket promoan nya dari situ. Pas sudah masuk perbatasan dan mau masuk imigrasi Singapore, kita dicegat 2 petugas dan kali ini kita pun digelandang (ceileeeh digelandang) ke ruang pemeriksaan. Padahal penampilan dan raut wajah ini udah holiday banget. Pake backpack udah kaya bule-bule mau liburan. Kamera juga menggantung di leher. Tapi ya percayalah ini hanya masalah lucky-unlucky dan kebetulan saya saat itu dihampiri petugas yang lagi berjaga saat mengisi kartu kedatangan dari Johor bahru mau memasuki Imigrasi Singapore.

Hal yang pertama kali dirasain yah langsung BT, deg-degan, tapi saya penasaran juga apa yang akan terjadi pada diri ini… heheeh… Sebetulnya BT karena kita jadi gak punya banyak waktu untuk menjelajahi Singapore untuk materi digital Guide ini. “Excuse me, can we see your pasport?” petugas gagah dan ganteng langsung nanya dan pengen cek pasport nya kita. Langsung deh saya sodorin pasport nya. Setelah liat pasport sambil senyum Mas gagah itu langsung bilang “follow us for next checking”. Saya pun mengangguk mengiyakan sambil balas senyum dia yang manis. #Loh..wkwwkk

Setelah melalui pintu khusus dan naik lift saya pun tiba di satu ruangan yang petugasnya lebih banyak dan terdapat beberapa deret kursi untuk menunggu yang sudah terisi. Wah saya tidak sendiri. Jujur, agak ngeri juga ruangannya karena berasa di filem-filem deh. AC yang dingin pun membuat bulu kuduk semakin merinding.

Satu persatu petugas memanggil kita untuk masuk ke sebuah ruangan dan di ruangan itu kita ditanya mulai dari berapa lama di Singapore, tujuan ke Singapore, bawa uang berapa, tiket pulang nya mana, nah masalahnya saya hanya pegang uang 8 SGD! What….???!!! (Camera zoom in to my face please). Iya serius untuk 3 hari di Singapore saya hanya memegang uang 8 SGD untuk 2 orang. Dan itupun uang nya dipegang Fajar dimana saat itu kita diinterogasi di ruangan terpisah!

Mohon newbie jangan ditiru ya. Ini gak baik dan gak benar. Sebaiknya persiapkan dengan matang bawa dan pegang uang secukupnya dan menukar sedari Indonesia. Selain lebih murah juga bisa untuk kondisi di luar dugaan seperti yang saya alami. Tapi saat itu kami cuman bilang dan memperlihatkan beberapa kartu ATM dengan asumsi kita beberapa kali memang tarik tunai di ATM di Singapore, Malaysia dan Bangkok, so udah PD aja dan petugas pun syukurnya faham.

Namun petugas menekankan klo masuk Singapore seharusnya membawa uang cash yang cukup jumlahnya sesuai dengan lama tinggal disana.

Setelah proses wawancara singkat kirain udah beres tuh, eh ternyata pemeriksaan utamanya belom. Sayapun di kasih tau nanti kamu tinggal jawab “yes or no” aja. Dan melihat script apa pertanyaan yang di lakukan. Saya diminta masuk ke sebuah alat mirip kapsul doraemon yang dilengkapi layar dan headphone juga tangan saya dimasukan ke dudukan tangan berwarna perak yang baru saya sadari mungkin ini alat tes kebohongan.

Kemudian mulai lah pertanyaan pun muncul di layar di depan kita dan suara pertanyaan tersebut juga terdengar di headphone. Pertanyaan nya seperti “apakah anda pernah mencuri dari majikan?” , “apakah anda pernah berbohong dari majikan?” saya langsung bilang “NO” sambil menggeleng dalam hati. Saya ga punya majikan! Jadi agak lucu sambil senyum –senyum sendiri. Selanjutnya “apakah anda terlibat organisasi keganasan?” (mungkin teroris) saya teriak jawab “NO” dan itu di tanyakan berulang-ulang jadi bosen juga. Tapi semua harus dilalui sampe akhirnya petugas wanitanya bilang “okay, finish!” leganyaaa… Meskipun saya ga tau hasilnya.

Dan akhirnya saya menunggu lagi di ruang pertama kali di wawancara dan petugas imigrasi ganteng dateng lagi bawa kertas dan meminta saya membaca bila sudah memahami saya pun menandatangani surat pernyataan mengunjungi singapura sebagai traveller.

Lebih dari satu jam kami melalui proses menegangkan itu akhirnya pasport kami di kembalikan dan kami diantarkan keluar. Sayapun menahan senyum karna rasa LEGAAAAAA!!!

Untuk diingat yaa, kita ga harus takut dan panik ya kalo ngalamin hal kaya gini. Bersikaplah kooperatif dan yakinkan para petugas kalo kita emang cuman mau liburan dan PASTI kembali ke tanah air tercinta. Siapkan dokumen seperti bookingan penginapan, tiket pulang atau terusan ke Negara lain, dan yang pasti uang cash yang cukup sesuai dengan lama tinggal kita disana untuk semakin meyakinkan.

Intinya sih, gak usah takut sama yang begituan. Klo kita gak ada salah dan memang tujuan nya mau liburan pasti aman tenterem damai sentosa gemah ripah loh jinawi (opooo iki?).

Itu dia pengalaman saya diinterogasi imigrasi singapore. Gimana menurutmu guys? Apa kamu juga pernah diinterogasi seperti itu? atau punya pengalaman yang lebih “menantang” seputaran imigrasi luar negeri. Jangan lupa tiggalin komentar yaa 😀

 

Share to the World:

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin
The following two tabs change content below.

Ina Qurota Aina

Author of Newbie Backpacker Korea & Certified Wow Korea Supporters 2018 by Korea Tourism Organization.

Latest posts by Ina Qurota Aina (see all)

Semua yang kamu butuhkan untuk traveling hemat ke Singapore

Dapatkan Akses ke video series panduan backpacking hemat ke Singapore. Destinasi, transportasi, tips, trik, & semua yang kamu butuhkan untuk traveling hemat ala backpacker ke Singapore

Dapatkan Ebook Gratis

You have Successfully Subscribed!

4 thoughts on “Diinterogasi Imigrasi Singapore

  • Kalau saya pas mau masuk ke KL dari Sing. Pas bulan Agustus kan bulan Sale tuh di Sing, maka sebagai wanita .. kalaplah kita belanja belanji sampai harus beli koper lagi khusus untuk barang kalapan (hihiii..).
    Begitu sampai di mesin x-ray..koper kami minta dibongkar.. alamaaaakkkk…sudahlah tadi nutupnya saja susah amirrr.. ini diminta bongkar. Alhasil agak berhamburanlah isinya..
    Kami ditanyai macem-macem..tentang harga, tujuan dr penggunaan barang2 td dlllllllll…
    Setelah kami jelaskan bahwa kami ini teacher & student yg punya banyak best friend & harus diberi oleh2.. plus saya ngotot gak mau membayar pajak yg sudah sy bayar saat belanja di Sing.. Akhirnya lega juga boleh terus jalan (setelah pak kepala imigresennya datang dan dg senyum manis sy menjelaskan panjang kali lebar plus kali tinggi pula ..hehehhh) bahwa total belanja kami tidak melebihi maksimal peraturannya, dan struknya sdh dibuang 😀
    Soooo…… bener yg dibilang mas Fajar di atas.. harus coolllllll…santai tidak grogi saat ada masalah (sepanjang kita benar & tdk melanggar peraturan lho yaa).. Epriting is okeeeee..dan Tuhan selalu beserta hamba-hambanya yg benar… hahhahhh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Semua yang kamu butuhkan untuk traveling hemat ke Singapore

Dapatkan Akses ke video series panduan backpacking hemat ke Singapore. Destinasi, transportasi, tips, trik, & semua yang kamu butuhkan untuk traveling hemat ala backpacker ke Singapore

Dapatkan Ebook Gratis

You have Successfully Subscribed!