Catatan Harian Umroh Bareng Maret 2018 (Day 1 – Berangkat)

Tepat 28 Maret 2018, semua peserta dari berbagai daerah meluncur ke Kuala Lumpur. Rencananya pesawat menuju Madinah akan terbang esok harinya yaitu tanggal 29 maret. Jadi agar keberangkatan besoknya santai kita semua janjian sehari sebelumnya. Ada yang janjian di Hotel karena hotel barengan, ada juga yang janjian langsung di Bandara.

Karena kawan – kawan dari berbagai daerah, jadi kita gk barengan nih kumpul di KL nya. Ada yg dari Bandung, Jakarta, semarang, Surabaya, bahkan dari Kalimantan dan Padang.

Di hari pertama kami semua kumpul di KL, alhamdulillah semua datang satu persatu ke hotel tempat janjian dengan lancar. Istirahat deh kita semua disini. Santai nunggu flight esok harinya.

Berkumpul di Hotel Kuala Lumpur untuk berangkat umroh besoknya

Setelah seharian istirahat, tibalah hari yang dinanti. Tepat 29 Maret 2018 kita akan meluncur ke Madinah. Ada rasa senang karena akhirnya akan berkunjung lagi ke tanah haram, ada rasa haru karena bisa berangkat bareng keluarga, dan juga rasa deg degan karena jalan bareng temen2 baru. Saya ini sebenernya orangnya introvert, ketemu orang banyak jadi agak gimana gitu. Hehe.

Tanggal 29 ini semua calon jamaah meluncur ke Madinah, alhamdulillah pesawat kami semua mendarat di Prince Abdul Aziz International Airport dengan selamat. Perjalanan Kuala Lumpur Madinah menggunakan Saudia Airlines ini kami tempuh selama sekitar 8 jam 30 menit. Lain kesempatan saya akan review tentang Sudia Airlines ini.

Walaupun pada akhirnya semua jamaah bisa terbang dan mendarat dengan selamat ke Madinah, ada satu kejadian yang hampir saja bikin 4 orang diantara kami gagal terbang dari Kuala Lumpur ☹

Kejadian yang sungguh di luar perkiraan dan Kontrol kami. Namun alhamdulillah atas izin Allah semua dari kami bisa terbang dan menapakan kaki di kota Rasul tercinta ini.

Sampai di Bandara Madinah Prince Abd Aziz

Sebuah pelajaran untuk kami khususnya untuk saya pribadi dalam rencana – rencana perjalanan berikutnya. Pelajaran senilai 1000 US$ ini insya Allah akan saya ceritakan di post selanjutnya. Agar bisa jadi pelajaran bagi kita semua yang ingin arrange umroh secara mandiri.

Sampai di bandara kami sudah dijemput oleh tim handling dan juga ustadz yang akan menemani kami selama di Madinah dan Mekah.

Naik Bus menuju Hotel Madinah

Gk usah pusing geret – geret koper lagi, alhamdulillah selesai imigrasi kami langsung duduk manis di Bus menuju hotel. Jarak dari bandara ke hotel cukup dekat. Tidak seperti dari Jeddah ke Mekah yang menempuh satu jam lebih, dari bandara Madinah ke hotel tempat kita menginap gak sampai satu jam.

Bus yang kami tumpangi akhirnya sampai ke pusat Madinah. Terlihat dari kejauhan menara Masjid Nabawi menjulang tinggi dengan lampunya yang hijau indah memancar di langit malam Madinah.

Assalammu’alaika ya Rasulullah…

Ada keharuan menyergap hati saya dan kawan – kawan jamaah lainnya. Bahkan salah satu teman saya yang hatinya “keras” pun tak kuasa membendung air mata yang menetes mengaliri pipi.

Bus memutar mengitari jalan sebelum akhirnya berhenti di depan hotel tempat kami menginap untuk 4 malam ke depan. Saya dan kawan – kawan jamaah lainnya pun turun dari Bus.

Karena kami datang tepat saat makan malam maka kami tidak langsung masuk ke kemar melainkan langsung ke ruang makan. Disana sudah tersaji prasmanan dengan menu Indonesia. Alhamdulillah. selama kami di tanah suci menu Indonesianya cocok dengan lidah orang Indonesia. Karena memang catering nya juga asli dari Indonesia. Untuk makan alhamdulillah selalu tercukupi.

Selesai makan, kami membagi kunci kamar sesuai dengan room list yang sudah dibuat. Di hotel Al Sahiliya tempat kami menginap ini kami kebagian kamar di lantai 13. Koper – koper yang tadi di bus sudah menunggu diatas di lantai 13. Jadi gk usah ambil sendiri lagi. Naik ke lantai 13 koper – koper kami sudah berjejer rapi di dekat lift. Tinggal dibawa saja ke kamar masing – masing.

Waktu sudah menunjukan jam 10 lebih malam ini. Karena kami tadi di perjalanan belum solat Maghrib dan Isya, saya dan teman sekamar pak Mulyadi memutuskan untuk menuju Masjid. Beberapa diantara para jamaah memutuskan untuk solat di Hotel saja karena kelelahan di perjalanan.

Masjid Nabaw di Malam hari

Malam sudah larut, pintu – pintu untuk masuk ke masjid sudah ditutup, yang dibuka hanya pintu di depan saja yaitu pintu Abu Bakar. Pintu yang juga menjadi pintu masuk untuk jamaah yang ingin ke Raudhah.

Hotel kami terletak di gerbang nomer 26, sangat dekat ke tampat solat jamaah wanita. Untuk jamaah pria harus sedikit berjalan lagi dan masuk melalui pintu King Fahd. Waktu mau masuk masjid saya lupa klo malem pintu King Fahd ditutup. Jadi malam ini saya dan pak Mulyadi solat di pelataran masjid saja. Setelah selesai solat, kami bergegas pulang untuk beristirahat. Kami harus menyimpan tenaga agar selalu fit selama hari – hari kami di 2 kota suci.

Insya Allah di post berikutnya akan saya ceritakan lagi kegiatan kami selama di Mekah dan Madinah ini. Di hari ke dua kami akan keliling ziarah sekitaran masjid Nabawi. Tunggu ceritanya di post selanjutnya ya.

Doa kami agar para pembaca juga bisa sesegera mungkin menyusul mengunjungi Madinah. Aamiin… 😊

Share to the World:

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin
The following two tabs change content below.

Fajar Permana

Author of Newbie Backpacker Series, Certified Indonesian Tour Leader, Fouder of Ngetriv.Com.

Latest posts by Fajar Permana (see all)

Dapatkan Info Tiket Umroh Promo, Group Umroh 2019, & Notifikasi Artikel Umroh Backpacker Terbaru

"Masukan Nama & Email Aktif Kamu lalu tekan tombol SUBSCRIBE untuk Join Miling List Khusus Umroh Backpacker "

You have Successfully Subscribed!

21 thoughts on “Catatan Harian Umroh Bareng Maret 2018 (Day 1 – Berangkat)

  • Waaahhh… terharu membacanya, selamat mas Fajar dan teman2 jamaah semua… semoga perjalanan ibadahnya lancar tanpa halangan yg berarti. Semoga juga semua jamaah diberikan Allah limpahan nikmat beribadah dan kesehatan serta keselamatan hingga akhirnya kembali ke tanah air. Mohon doanya, agar perjalanan berikutnya saya bisa bergabung… salaam….

  • Ya Allah permudah kami untuk datang berjiarah mengunjungi Rasulullah di Madinah serta haji- umrah di makkah. Terima kasih Pak Fajar semoga pa Fajar dan rombongan memperoleh ibadah yang mabrur. Aamiin

  • Assalamualaikum. Tahun lalu saya suda daftar dengan program Umrah Bareng. Ternyata memang tahun ini saya berangkat saat waktu yang sama dengan program ini. Saya sekarang di Kota Madinah siap2, berangkat ke Makkah Semoga bisa bertemu dengan rombongan ini khusus dengan Mas Fajar.

  • Alhamdulillah…
    Buat mas Fajar n saudara2 ku satu team umroh backpacker…
    Tetap semangat…
    Fokus ibadah..
    Di mudah kan…
    Selalu dalam lindungan Allah SWT..

    Pulang sehat..selamat…kumpul kembali dng keluarga tercinta..

  • Semoga perjalanan ibadah Mas Fajar dan rombongan selalu dalam perlindungan Allah, dilancarkan dalam semua hal. Insyaa Allah saya dapat segera bergabung dengan team umroh backpacker..tetap semangat ya..

  • Mas Fajar, titip salam untuk Rasulullaah shalallaahu álaihi wa salam..
    Yaa Nabi Salam Álaika, Yaa Rasul Salam Álaika.. T_T

  • Alhamdulillah, semoga Pak Fajar dan Jamaah lainnya diberikan kesehatan dan kekuatan selama menjalankan ibadah umroh dan sampai ke Indonesia kembali
    Aamiin Ya Allah….

  • Alhamdulillah mas, sampai saat ini dimudahkan allah Ajja Wa Jalla, mudah-mudahan begitupun sampai Mekkah dan pulang ke tanah air dengan lancar dan ibadahnya diterima Allah Ajja Wa Jalla, do’akan kami di depan Baitullah agar dimudahkan untuk mengunjungi di Baitulllah ya mas…. matur tengkyu…..

  • Hotel Al salahiya yg masuk dari pintu 26 ini dekat dengan hotel kami menginap tahun lalu. Al fairuz shatta hotel di pintu 25. Brangkat tgl yg sama 28 maret jg. Dari banda aceh menuju jeddah. Agak lumayan lama perjalanan dgn bis dari jeddah ke madinah. Skitar 6 jam..

    • Iya betul.. kami kemarin flight langsung ke madinah dari KL nya. Jadi perjalanan daratnya cuma 1 balikan 🙂

      • AlhamdulIllah semoga Kang Fajar dan rombongan selalu mendapatkan kemudahan dlm beribadah dan selalu diberikan kesehatan…Aamiin

  • Kalo sudah agak longgar, ditunggu cerita selanjutnya, terutama masalah yang terjadi di KL pas mau ke Medinah, jangan lupa do’akan kami agar bisa bareng keluarga ke Baitullah…..

  • Ditunggu informasi umrah bareng 2019 mas Fajar…terutama bln Jan- Feb…
    Insyaa Allah rencana kami mau gabung….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *