Bandung Trip (from South to North)

“Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi” – Pidi Baiq

Jadi beberapa waktu yang lalu ceritanya saya abis buka bareng temen di Bandung. Nah, malamnya sehabis buka bareng itu kita nyimpang ke masjid agung Bandung. Klo kamu yang belum tau, masjid agung Bandung ini letak nya pas di alun – alun Bandung banget.

Mesjid Agung Bandung

Seperti yang kita tahu, klo alun – alun Bandung ini sekarang udah gak kayak baheula (baca: dulu, bahasa sunda). Sekarang alun – alun bandung sudah jadi salah satu tempat asik “piknik” keluarga. Selalu ramai, pun begitu malam itu.

Favorit Keluarga Bandung

Jujur aja, walaupun saya sering lewat alun – alun Bandung ini, lebih tepat nya lewat jalan asia afrika, saya belum pernah menyengajakan diri untuk mengunjungi tempat yang sudah cukup lama jadi favorit kunjungan di bandung ini. Majar lewat teh lewat weh (bahas sunda, please use your google translator).

Begitu juga malam ini, tadinya cuma mau niat buka puasa bareng aja. Gak ada niatan untuk ke alun – alun segala. Hanya saja malem itu temen yang rumahnya di deket bandara husein sebelum pulang pengen nyimpang dulu ke alun – alun. Yah apa boleh buat, ikut saja saya mah orang nya.

Mumpung udah di alun – alun, sebetulnya ada satu spot yang saya “penasaran” banget pengen liat. Pasalnya tiap lawat jalan asia afrika & lewatin spot situ selalu kena macet  di satu titik. Alasan nya karena di jalan situ banyak orang foto – fotoan. Otomatis kendaraan yang lewat akan memperlambat lajunya dan bikin macet.

Spot itu adalah dinding yang berada di bawah jembatan pos polisi yang menghubungkan Jl. Asia-Afrika menuju Alun-alun Bandung. Dinding luas dan besar berwarna putih ini tidak dibiarkan polos saja. Di dua dinding yang berhadapan ini dilengkapi dengan hiasan tulisan tentang Bandung.

Dinding yang di sebelah kiri (searah arus jalan) bertuliskan:

 “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum” – M.A.W Brouwer

Sebuah statement pendek yang secara implisit ingin menggambarkan betapa “sesuatu” nya Bandung sampai – sampai Tuhan saja tersenyum saat menciptakannya.

Di seberang nya, di dinding serupa ada quotes dari Pidi Baiq:

Keliling Bandung

 “Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi”  – Pidi Baiq

Jujur lagi, sebetulnya saya gak ngerti – ngerti banget apa yang dimaksudkan Kang Pidi Baiq di quotes nya itu. Maklum tingkat pemahaman puitis saya masih level bawah pisan. Namun begitu, ada perasaan menggelitik yang hadir ketika memandang quotes di dinding tersebut.

Lahir di Bandung, melewati masa akil baligh & kuliah di Bandung, sampe sekarang masa dibombardir dengan pertanyaan kapan nikah, saya masih belum khatam keliling Bandung. Manusia emang lucu ya, yang jauh – jauh dikejar, yang deket – deket diantepkeun (baca: dibiarkan, bahasa sunda).

Dan walaupun gak paham maksudnya apa, namun quotes dari kang Pidi Baiq itu seakan nyurungkeun (baca: mendorong, bahasa sunda) untuk mengeksplorasi, menjelajahi Bandung lebih jauh lagi. Well, I’ll do it! keliling Bandung!

Sebetulnya beberapa destinasi wisata utama di bandung seperti Kawah Putih, Tangkuban Perahu, Maribaya, & beberapa tempat wisata menarik di daerah Lembang sudah pernah saya  kunjungi. Beberapa diantaranya bahkan bukan sekali saya kunjungi. Namun ke semuanya itu saya kunjungi “sebagai orang bandung”.

Maksudnya giamana bro?

Jadi gini lur (penggalan dari kata “dulur”, bahasa sunda yang artinya “saudara”), tiap kali saya jalan ke tempat wisata di Bandung, biasanya saya cuma jalan ke suatu tempat dalam satu hari, abis itu pulang ke rumah. Nah, ceritanya untuk trip nanti saya pengen keliling Bandung dengan perspektif atau berperan sebagai orang luar bandung.

Rencananya pengen meluangkan waktu sekitar satu mingguan (cukup gak ya?) dimana satu minggu ini saya keliling Bandung as a traveler. Artinya, semingguan saya bakal on the road, keliling bandung, nginep di penginapan, gak balik ke rumah.

Walaupun judulnya keliling Bandung, tapi karena waktu nya sempit, rencananya saya akan ambil tema from South to North. Kita akan menjelajah Bandung dari Selatan ke Utara.

Start dari selatan (south), ada dua opsi yang bisa diambil mengenai tempat wisata di Bandung ini. Opsi pertama adalah memulai perjalanan dari Ciwidey dimana disini seperti yang kita ketahui banyak tempat wisata mainstream yang sudah terkenal seperti Kawah Putih & Situ Patengang. Atau opsi ke dua, memulai perjalanan dari Pangalengan.

Tidak seperti ciwidey, Pangalengan memang belum banyak dilirik wisatawan, namun potensi disana sebagai area wisata cukup besar, aktifitas yang bisa dilakukan pun cukup banyak, katakanlah mengunjungi makam boscha, mengunjungi pabrik dan perkebunan kopi luwak, sampai raifting di sungai palayangan.

Kawah Putih Ciwidey

Kawah Putih Ciwidey

Saya masih belum memutuskan akan mulai dari mana. Ciwidey atau Pangalengan? Please help me to choose, tinggalin jawabanmu di komentar.

Setelah dari selatan, rencananya kita akan berpetualang menuju utara. Disinipun ada 2 opsi yang akan mungkin saya ambil, langsung ke utara dan berakhir di kota, atau masuk ke kota dan berakhir diutara.

Jadi dalam trip Bandung  from South to North ini saya membaginya dalam 3 area yaitu:

  • Bandung Selatan: Pangelengan atau Ciwidey?
  • Bandung Kota: City Sightseeing
  • Bandung Utara: Lembang Area dan sekitarnya.

Belum saya putusin opsi mana yang bakalan dipilih, akan saya pertimbangkan dulu berdasarkan kemudahan transportasi dan fleksibilitas itinerary. Ingat, trip kali ini saya lakukan temanya sebagai traveler dari luar kota, bukan sebagai urang Bandung.

Untuk tema wisata di tiap area sendiri ada beberapa pilihan yang kemungkinan bisa diambil;

Nature:

  • Kawah Putih, Ciwidey
  • Danau Situ Patenggan, Ciwidey
  • Rafting / Arung Jeram, Pangalengan
  • Sidu Cileunca, Pangalengan
  • Floating Market, Lembang
  • De Ranch, Lembang
  • Gunung Tangkuban Perahu
  • Ciater
  • Kebun Teh, Pangalengan, ciwidey, lembang?
  • Maribaya
  • Tebing Keraton?

Culture:

  • Saung Angklung Mang Udjo
  • Asia / Afrika Museum
  • Geologi Museum
  • Gedung Merdeka
  • Jalan Braga

City & Shopping:

  • Factory Outlets and Cafe in Dago
  • Factory Outlets and Cafe in Riau
  • Paris Van Java

Nah, itu tadi perkiraan tempat – tempat yang akan dikunjungi selama Bandung Trip: from South to North. Ada yang belum masuk list? Ada tempat menarik yang ketinggalan?

Insya Allah trip ini akan saya lakukan abis lebaran. Mungkin sebelum trip Hong Kong (lagi) atau mungkin akhir bulan juli nanti.

Help me to help you!

Gimana menurutmu tentang rencana trip diatas bro & sist? Apakah kamu juga punya rencana trip keliling Bandung?

Seperti biasa, reportase tentang trip ini tentunya akan saya tuliskan di blog nanti. So, nanti bisa dijadikan acuan untuk teman – teman jika ingin keliling Bandung (dengan hemat).

Adakah tempat – tempat yang ingin kamu kunjungi dan butuhkan informasinya namun belum saya tuliskan di list tujuan diatas? Tuliskan saran, request atau pertanyaan mu di kolom komentar di bawah.

Inspire the World:

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin
The following two tabs change content below.

Fajar Permana

Newbie Backpacker & Professional Jobless.

Latest posts by Fajar Permana (see all)

Bergabung Dengan 8000 Lebih Smart Traveler Lainnya...

Bergabung Dengan 8000 Lebih Smart Traveler Lainnya...

Bergabung dengan Mailing List RanselTravel.com untuk mendapatkan update, tips, info promo, & berbagai penawaran spesial untuk membuat kamu keliling Indonesia dengan lebih MURAH, MUDAH, & MENYENANGKAN. Masukan Nama, Email Aktif, & Tekan Tombol sekarang juga...

You have Successfully Subscribed!

9 thoughts on “Bandung Trip (from South to North)

  • Karena aku bkn org bandung dan pengen banget ke bandung, aku pengen tau dong wisata nature nya. Mana tau ntar kalo ke bandung bisa pakai trip ala mas fajar.
    Makasih

  • Observatorium Boscha lembang, kawah rengganis ciwidey, radio malabar gunung puntang banjaran, stone garden, sanghyang heuleut cipatat, kalau kota galeri nuart yang buat GWK, museum pos, penjara bauceuy, museum lukis dan patung barli, museum dwi warna, museum monumen perjuangan, garuda indonesia menggugat, museum wolff schoemaker, museum mandala wangsit, TSM, museum sri baduga, patahan lembang, cartil, curug pelangi, dusun bambu, curug citambur, mata air cikahuripan (sendang geulis), the lodge lembang, dan banyak lagi

  • Saya biasa klo kebandung malah dihabisin dalam waktu sehari…….nginep divilla bantal guling…murmer dan posisi deket tangkuban perahu klo g salah….
    Yg pasti tempat yg kudu didatengin…gedung sate…..farm house…rumah tahu…,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung dengan 8000 Lebih SMART TRAVELER Lainnya...

Bergabung dengan 8000 Lebih SMART TRAVELER Lainnya...

Bergabung dengan Mailing List RanselTravel.com untuk mendapatkan update, tips, info promo, & berbagai penawaran spesial untuk membuat kamu keliling Indonesia dengan lebih MURAH, MUDAH, & MENYENANGKAN. Masukan Nama, Email Aktif, & Tekan Tombol sekarang juga...

You have Successfully Subscribed!