Angkor Wat Cambodia, Layakkah Dikunjungi?

Sebagai Traveler dengan Budget yang sangat ketat, mengeluarkan uang 20 USD untuk masuk ke suatu tempat itu cukup bikin galau juga. Yes, entrance fee untuk masuk ke Angkor Wat di Siem Reap adalah 20 USD untuk one day pass atau 40 USD untuk 3 days tour yang  valid sampai 1 minggu.

Belum lagi ongkos untuk menyewa tuk tuk keliling Angkor yang berkisar antara 15 USD sampai  20 USD untuk sehari. Dan tentunya banyak keperluan lain disini yang harus kita bayar dengan USD.

Angkor Wat, tidak diragukan lagi merupakan situs wisata favorit paling terkenal di Cambodia. Angkor Wat sudah menjadi simbol dari Cambodia kontemporer, bahkan gambarnya muncul sebagai bendera Cambodia sendiri.

Namun, mengingat nilai tukar rupiah yang “stabil” kalah jauh dari USD, apakah mengunjungi Angkor Wat sepadan dengan uang yang kita keluarkan?

Pengalaman Keliling Angkor  Wat

Subuh itu kami sudah berada diatas tuk tuk yang akan mengantar kami dari stasiun Hua Lamphong Thailand ke Aranyaprathet, kota perbatasan dimana kami akan meneruskan perjalanan ke Siem Reap Cambodia. Ini adalah rangkaian perjalanan trip Indochina pertama kami.

Kereta dari bangkok ke cambodia

Suasana kereta dari Hua Lamphong Bangkok menuju aranyaphratet perbatasan thailand dengan cambodia.

Sebetulnya ada rasa yang mengganjal dan tertinggal di Bangkok karena malam sebelum nya kami masih asik – asik kan pesta kuliner di asiatique. Rasanya baru saja mulai betah dan memahami ritme kota, setelah 3 hari kami sudah harus meninggalkan Bangkok.

Waktu hampir siang ketika kami tiba di aranyaprathet. Kami menyewa sebuah tuk tuk untuk menuju poipet. Keluar Thailand, masuk Cambodia, meneruskan perjalanan dengan bus gratis ke terminal, dilanjut dengan naik mobil van sampai dengan siem reap.

Backpacker ke Cambodia

Gerbang masuk cambodia dari thailand

Sore hari sekitar pukul 5 kami sudah tiba di pol travel di siem reap. Disana sudah menunggu beberapa tuk tuk dan pengemudinya yang kemudian menawarkan jasanya kepada kami. “Jika kami menyewa mereka untuk berkeliling Angkor Wat esok hari, maka sekarang mereka akan mengantar kami ke  pengipanan tanpa harus bayar lagi, gratis!”, begitu deal nya. Gak perlu berpikir panjang, karena harga yang ditawarkan pun masih harga standar yaitu 18 USD untuk 1 tuk tuk berkeliling Angkor Wat (dijemput setelah subuh untuk melihat sunrise), maka kami pun meng-iyakan.

tuk tuk di siem reap cambodia

Make a deal with tuk tuk driver

Esoknya, seperti yang dijanjikan, kedua tuk tuk yang kami sewa tersebut sudah muncul di depan hostel tempat kami menginap. 1 tuk tuk muat maksimal 4 orang. Karena grup kami 6 orang, so 2 tuk tuk lah yang kami sewa.

Kendaraan motor rakitan yang dimodifikasi sedemikian rupa ini melaju menyisir siem riep di dingin dan gelap nya kota pagi itu. Bukan hanya kami saja yang berada di jalanan kota pagi itu, banyak tuk tuk berpacu dengan penumpangnya masing – masing. Bule item, bule putih, wajah oriental, melayu, semua menuju satu arah, Angkor Wat!

Mendekati lokasi, bukan cuma tuk tuk yang terlihat, beberapa kali saya melihat bule – bule yang dengan asyik mengayuh sepeda  pun yang mengendarai sepeda dengan mesin meluncur ke arah yang sama. Aaahh.. sepertinya lain kali saya juga harus mencoba nya, mengayuh sepeda menjelajahi kuil demi kuil di Angkor Wat bisik saya dalam hati.

Parkir sebentar, tuk tuk menunggu kami membeli tiket masuk. Berikan paspor, difoto, bayar 20 USD, dan tiket yang sudah ada foto kita nya akan dicetak.

tiket masuk angkor wat di siem reap cambodia

One Day Pass Angkor Wat = 20 USD

Urusan tiket beres, kita meluncur ke atraksi utama kita. Sun rise di Angkor Wat! Yes, apalagi klo bukan mengejar matahari, melihat keagungan buatan sang pencipta di reruntuhan penuh sejarah masa lampau.

Butuh waktu beberapa lama sebelum kami bisa melihat sang matahari mulai muncul di sela – sela puncak kuil. Ada yang sibuk mencari spot foto, ada yang rusuh jeprat – jepret, ada yang duduk santai saja menikmati si dia yang mulai naik perlahan.

Matahari mulai naik, dan kami pikir sudah cukup untuk sunrise nya. Waktunya menjelajahi ketiga kuil yang dijanjikan. Yes, selain melihat sunrise di Angkor Wat, hari ini kami akan diantar menjelajahi  3 kuil paling terkenal di komplek candi ini.

Selain tentunya Angkor Wat itu sendiri, kita juga akan mengunjungi Bayon temple yang merupakan kuil Budha namun dipengaruhi elemen hindu, kuil ini terkenal dengan patung batu berbentuk wajah dari Bodhisattva Avalokiteshvara yang mana setiap wajahnya menunjuk ke arah mata angin. Dan juga terkenal dengan gambar wajah tersenyum yang diyakini banyak orang sebagai potret dari raja jayavarman sendiri. Dan terakhir kami mengunjungi Ta Phrom yang terkenal di film Tomb Rider.

Kuil demi kuil, sudut demi sudut kami jelajahi sambil berimajinasi kehidupan seperti apa yang terjadi disini di masa lalu. Saya termasuk tipe orang yang suka dengan sejarah, ada keasyikan tersendiri membayangkan apa yang mungkin terjadi di masa lalu, entah itu awal mula suatu peradaban, masa kejayaan, kejatuhan, sampai tragedi.

Ta Phrom Temple Siem Reap

Ta Phrom Temple di kompleks Ankor Wat. Salah satu kuil yang dibiarkan apa adanya tanpa banyak restorasi. Pamornya semakin terkenal setelah lokasi nya digunakan untuk shooting film Tomb Raider

Satu hal yang saya sesali saat berpetualang keliling kompleks Angkor Wat adalah saya tidak banyak melakukan “riset” sejarah mengenai  Angkor Wat terlebih dahulu. Dan saya tidak menemukan buku panduan sejarah mengenai tempat – tempat atau kuil – kuil di Angkor Wat itu sendiri. Belakangan menjelang pulang baru saya tau ada orang – orang yang menjajakan buku panduan dengan harga 2 – 4 USD saja.

Photo Spot Cambodia Angkor Wat

Salah satu sudut asik di Angor Wat tempat berimajinasi dan menerawang ke masa lalu. Kehidupan seperti apa yang terjadi di masa itu?

Alasan kenapa saya menyesali minimnya “pengetahuan” saya adalah karena biasanya itulah yang bikin kita “mabok candi”. Istilah yang banyak saya temukan diantara teman – teman yang mengambil rute Indochina. Itu terjadi karena disana kita hanya jeprat – jepret ambil foto gak karuan dengan latar belakang bebatuan tanpa tahu arti dan makna di belakang nya. Itulah yang membuat banyak traveler mengalami yang namanya “mabok candi”.

Budha image di Angkor Wat

Budha Image – Sudut Sakral di Angkor Wat

Saat itu, rasanya akan lebih asik jika saya sedikit lebih banyak “mengetahui “ sejarah kuil – kuil yang saya kunjungi. Membantu saya berimajinasi dan membayangkan kehidupan di peradaban masa lalu itu sendiri. Membayangkan apa saja yang mungkin terjadi di setiap sudut megah, singasana, kolam, puncak, dan berbagai sudut menarik lainnya.

Rasa asik yang akan meningkat berkali – kali lipat saat kita mengetahui sejarah, legenda, atau mitos yang terjadi di seputar tempat tersebut.

Namun begitu, Angkor Wat memiliki kesan tersendiri bagi saya. Walaupun tentunya ada rasa yang mengganjal dan belum puas karena waktu dan pengetahuan yang terbatas membuat imajinasi saya terlalu liar dan tak terfokus. Dan itulah yang membuat saya ingin kembali dengan waktu yang lebih santai. I’ll be back! klo kata Arnold Schwarzenegger.

So, apakah mengunjungi Angkor Wat sepadan dengan harga yang harus dikeluarkan?

Klo kamu termasuk pecinta petualangan, sejarah, orang yang penuh imajinasi , maka jawabannya adalah absolutely YES!  

This is the breathtaking place that will blow your imagination.

You Turn!

Apakah kamu sudah pernah ke Angkor Wat? What did You think?

Share This:

Inspire the World:

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin
The following two tabs change content below.

Fajar Permana

Newbie Backpacker & Professional Jobless.

Latest posts by Fajar Permana (see all)

9 thoughts on “Angkor Wat Cambodia, Layakkah Dikunjungi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *