5 Alasan untuk Travelling bersama Ibu

Pengen kasih hadiah ke ibu tapi bingung mau kasih apa? Coba deh ajak traveling bareng. sebetulnya gak perlu mahal dan mewah, ajak aja keliling Bandung, atau makan malam di luar. Pasti ortu bakalan seneng banget.

Beberapa waktu yang lalu, saya “paksa” ibu buat bikin paspor. Niatnya pengen ngajak jalan. “Masak” orang lain diajak jalan, orang tua sendiri yang ngasuh dari kecil gak pernah diajak kemana – kemana.

Traveling bersama ibu

Bersama Ibu dan Adik di KLCC

Melakukan perjalanan selama 6 hari 5 malam di Singapore dan Kuala Lumpur bukan hanya sekedar menikmati travelling nya, tapi juga memperkuat hubungan, menciptakan memori yang tak terlupakan, dan banyak hal lainnya. Dan dari pengalaman travelling bersama ibu kemarin, inilah alasan kenapa kamu harus travelling bersama ibu:

  1. Kamu bisa menghabiskan Quality Time Bersama

Ketika kamu jalan bareng hanya dengan ibu kamu, kamu akan mendapatkan waktu yang berkualitas bersama. Beda lho ketika kita pulang ke rumah untuk kumpul bareng keluarga besar, ketemu saudara, kakek, teman – teman lama. Asik sih, tapi kamu juga pasti merasakan klo waktu berjalan begitu saja. Klo orang sunda bilang rame teu puguh. Traveling bersama ibu memberikan saya kesempatan untuk mengenal nya sebagai individu, bukan hanya sebagai sosok orang tua di dalam keluarga.

  1. Kamu akan melihat satu sama lain dari sudut pandang berbeda

Dalam suatu keluarga, setiap individu punya peran dan tanggung jawab masing –masing, dan sadar tidak sadar kita juga ngikutin aturan baku tak tertulis tersebut. Ayah, ibu, dan anak punya peranan yang berbeda dan semua taat pada peranan yang harus dijalankan tersebut. Ketika kita travelling bersama ibu, kita bisa melihat sisi lain dari ibu kita yang mungkin tidak akan kita lihat ketika dia di rumah bersama ayah atau anggota keluarga lainnya.

Dan kamu akan terkejut dengan apa yang akan kamu pelajari. Saya selalu merasa bahwa ibu saya adalah orang yang mementingkan pendidikan, menghalangi saya mengambil resiko menjadi pengusaha dan lebih suka anak nya menjadi orang kantoran setelah lulus kuliah. Klo saja saya tidak mengajak ibu saya untuk travelling bareng, saya tidak akan pernah tahu klo ternyata ibu saya juga pernah punya cita – cita untuk menjadi entrepreneur, dan sekarang mendukung saya menjadi. “If you don’t go you’ll never know”.

  1. Waktu yang baik untuk saling bertukar pikiran

Ketika travelling bareng, banyak waktu santai yang bisa kita jadikan ajang bertukar pikiran ataupun curhat. Keluar dari rutinitas sehari – hari membuat situasi lebih relaks. Momen –momen seperti ketika santai di hotel, di taman, sambil sarapan atau makan siang bisa kamu gunakan, karena saat – saat itu, percakapan akan terasa lebih natural dan mengalir.

  1. Kamu akan belajar untuk lebih menghargai hal – hal kecil

Ibu saya adalah teman travelling yang menyenangkan. Even when things goes wrong –seperti kita keabisan bus dari Kuala Lumpur ke Melaka di malem hari dan harus balik menghabiskan sisa waktu di KL lagi, dia masih punya sikap bersyukur. Dan sikap ini membuat perjalan tetap menyenangkan walaupun sesuatu yang tidak diharapkan terjadi.

Seperti hal nya ibu lainnya (saya yakin ibu kamu juga sama), ibu adalah orang yang memperhatikan detail dan hal kecil tapi penting. Dan kamu akan belajar banyak tentang hal itu.

  1. Kamu akan menyadari berharganya moment tersebut

Ada suatu saat ketika saya ragu, apakah saya terlalu memaksakan untuk melakukan jalan bareng ibu sementara orang lain lagi sibuk – sibuk nya merencanakan pernikahan, liburan bersama teman, bekerja, dan lain sebagainya. Apakah gak sebaiknya saya juga fokus dengan hal – hal tersebut? Tapi ketika kepala saya disibukan dengan hal – hal itu, saya mengingatkan diri saya bahwa akan tiba waktu dimana ibu kita tidak akan cukup kuat lagi untuk traveling bersama (umur terus berkurang sob). Dan pikiran itu mengingatkan saya untuk mengambil kesempatan itu sekarang. Because someday, you may look back and wish you’d spent more time together with your mom.

Giliran Kamu!

Ajak ibunya jalan yaa.. Mau jalan kemana nih? Apa pendapat kamu tentang jalan bareng ortu? Scroll down & tinggalin komentar yaa..

Share to the World:

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin
The following two tabs change content below.

Fajar Permana

Newbie Backpacker & Professional Jobless.

Latest posts by Fajar Permana (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *